Author : Azka Adelia
Title : "Oppaaa .... ! Nan Jeongmal Saranghaeyo"
Genre : Romance
Length : Twoshoot
Cast :
- Park Ji Yeon
- Jung Jin Woon
- Ham Eun Jung
- Ok Taecyeon
Sub Cast :
NB : Semua berdasarkan pikiran Jiyeon
Aku
berjalan dengan lesu disekitar koridor sekolah. Sekarang harusnya aku happy
karena sekarang waktunya istirahat. Tapi entah mengapa aku hari ini bad mood.
Aku juga tidak tau mengapa hari ini aku bad mood. Mungkin karena hasil
penilaian aktingku kurang memuaskan. Tapi sebenarnya nilaiku cukup tinggi. Aku
mendapatkan nilai A. Sebelumnya aku senang , tapi ketika melihat nilai seseorang
yang mendapat nilai A+ , aku langsung kesal. Sangat kesal. Kulihat nama yang mendapatkan nilai A+
tersebut dan ternyata dia adalah musuh bebuyutanku , Ham Eun Jung !
“Hha ! Sepertinya kali ini kau kalah
batu !” Kata seseorang dibelakangku. Aku langsung tau suara siapa itu. Itu
adalah suara seorang nenek sihir yang baru saja turun dari angkasa untuk
mencari sebuah kaki kodok.
“Batu ?” Tanyaku bingung tak mengerti
apa yang sedang nenek sihir itu bicarakan.
“You know ? Bukankah batu tidak akan
pernah bisa terbang tinggi menuju angkasa. Biarpun kau melemparnya setinggi
mungkin , tetap saja dia akan kembali jatuh kebumi” Nenek sihir itu menjawab
pertanyaanku dengan sangat …. UGGHHHH …! Benar-benar membuatku tak tahan ingin
mencabut kepalanya dari tubuhnya !
“Terus , jika aku batu kamu apa ?”
Tanyaku lagi berusaha tetap tenang.
“Naega ? Aku adalah seorang angsa
putih yang bisa terbang bebas kemana pun yang kumau. Sedangkan kau … Ummbbb …
Sepertinya kau harus selalu mengikuti kemana seseorang melemparmu ! Hahaha” Dia
tertawa. Sungguh , tawanya itu sangat mengerikan
dan persis seperti seorang nenek sihir yang senang karena sudah berhasil
menyihir seorang pangeran tampan menjadi seekor kodok. Menurutku, jika ada
audisi untuk menyuarakan kartun nenek sihir , dia pasti terpilih.
“Aisshhh … Jinja …” Belum sempat aku
melanjutkan ucapanku, sudah ada yang menyela dari belakangku
“Eunjung-a !”
Terdengar
seorang namja memanggil nama Eunjung dengan penuh kasih sayang dari belakangku.
Aku langsung berbalik 180 derajat. Kulihat seorang Taecyeon
melamba-lambaikan tangannya
“A Oppa !” Kata Eunjung sambil
berlari dan memeluk Taecyeon yang merupakan namjachingunya Eunjung.
“Eunjung-a … Chukkae ! Kamu
mendapatkan nilai A+” Puji Taecyeon.
“Gomawo” Sahut Eunjung sambil mencium
pipi kanan Taecyeon dan itu membuatku sangat jijik. Bayangkan saja, nenek sihir
itu mencium pipi seorang namja di tempat umum yang sedang banyak orang. Apakah dia
tidak memiliki rasa malu ?
“Ya , Bukankah ini Jiyeon ?” Tanya
Taecyeon sambil menunjuk kearahku.
“Ne oppa. Dia adalah Jiyeon. Dia
adalah yeoja yang tidak bisa mengalahkanku selama ini. Bukankah aku sudah
cerita, oppa ?” Kata Eunjung menyombongkan dirinya didepanku. Aku hanya
terkekeh melihatnya seperti itu.
“Aigoo … Kamu ini memang tidak
memiliki kemampuan apapun ! Percuma saja kau memiliki wajah yang cantik.
Ckckckck” Timpal Taecyeon yang ikutan mengejekku.
“Mwo ? Oppa, kamu bilang dia cantik ?
Cantik, oppa ? Oppa, yang benar saja. Apakah oppa tidak mencintaiku lagi ?”
Renggek Eunjung manja. Euuwwww… Rasanya aku ingin muntah sekarang juga.
“Aniyo. Kau adalah yeoja paling
cantik yang pernah kutemui. Kajja, kita pergi dari sini. Kita makan. Jika kita
terus disini, selera makan oppa akan hilang” Kata Taecyeon dan langsung
menggandeng tangan nenek sihir dan pergi menjauhiku.
Aigoo
… Yang benar saja ? Apakah aku tidak sadar ? Aku berdiri disini dari tadi.
Mendengarkan ejekan mereka ! Aisssh…. Baboya. Jinja ! Jiyeon Baboya ! Jiyeon,
kau terlihat seperti orang bodoh yang sedari tadi berdiri didekat mereka dan
mendengarkan ejekan mereka. Babo ! Babo ! Babo.
Aku
langsung berlari menuju toilet dan berdiri menghadap cermin. Kubasuh seluruh
wajahku dengan kedua telapak tanganku. Aku lalu kembali menghadap cermin.
“Jiyeon-a, Lain kali kau tidak boleh
mempermalukan dirimu sendiri. Araseo ?” Kataku pada diriku sendiri dihadapan
cermin sambil menunjuk-nunjuk wajahku. Untungnya sekarang bell sudah berbunyi
dan tandanya masuk. Jadi, tidak ada orang. Jika tidak, mereka pasti berpikir
aku sudah gila.
Aku
pergi keluar toilet dan tiba-tiba … BRUKK !!! Seorang namja menabrakku dan aku
hampir terjatuh. HAMPIR ! Tapi, namja itu menarik tangan dan pinggangku.
“Gwenchana ?”Tanya namja itu. OMG !
Namja ini benar-benar tampan.
“Gwenchana ?” Tanya namja itu sekali
lagi. OMO ! Aku melamun. Aku langsung berdiri dan merapikan baju seragamku.
“Gwenchana ?” Tanyanya.
“Ehm , Gwenchana” Jawabku sambil
menganggukkan kepala.
“Kau tidak masuk kelas ?” Tanya namja
itu dengan mengangkat satu alisnya. Gosh ! Dia benar-benar tampan dan super
keren !
“A-aku baru saja mau masuk kelas”
Jawabku gugup dan berjalan menjauhinya.
“Jakamnan !” Katanya sambil memegang
tanganku. OMO ! Sekarang jantungku berdegu kencang. Apakah ini yang namanya
cinta ?
“Apa kau ingin belajar ?” Tanyanya
dari belakangku. Aku pun berbalik dan menatapnya bingung.
“Ummbbb… Apa kau mau pergi bersamaku
?” Tanyannya ragu.
“Ke-ke-kemana ?” Jawabku gagap.
“Eeee… Ayo kita bolos sekolah” Ajak
namja tersebut sambil tersenyum. Tanpa pikir dua kali, aku hanya tersenyum dan
menganggukan kepalaku. Astaga ! Apa ini ? Aku tidak menyuruh otakku untuk
tersenyum sambil menganggukan kepala. Tapi, sepertinya kepalaku mengangguk
sendiri dan bibirku membuat senyuman sendiri.
Namja
itu menarik tanganku dan berlari. Aku pun spontan juga haru berlari
mengikutinya. Kami pergi kehalaman belakang sekolah dan memanjat tembok
sekolah. Sejujurnya, aku tak bisa memanjat. Tapi namja itu membantuku.
“Sekarang kita mau kemana ?” Tanyaku
padanya. Dia tampak bingung dan lalu melihatku.
“Sebelumnya, aku mau tau dulu siapa
namamu” Jawabnya sambil menghentikan langkah kami.
“Park Ji Yeon imnida. Kamu ?” Kataku
sambil membungkukkan badan.
“Jung Jin Woon” Jawabnya singkat dan
lalu dia kembali menggandeng tanganku dengan hangat.
“Kamu kelas berapa Jiyeon-ssi ?”
Tanya namja yang bernama Jinwoon tersebut.
“Aku kelas A11. Kalau kamu ?” Jawabku
masih gugup meskipun kami sudah sedikit akrab.
“Aku kelas A12. Kita beda satu tahun
ya Jiyeon-ssi” Jawabnya.
“Eh ? Ne. Kamu adalah
sunbaeku”Kataku.
Kami
berjalan menyusuri trotoar yang ada dipinggir jalan raya. Sampai akhirnya kami
berada dipusat kota. Tak terasa sekarang sudah jam satu siang. Waktunya makan
siang.
“Jiyeon-ssi, ayo makan ! Aku sudah
lapar” Ajak Jinwoon.
“Ne, sunbaenim” Jawabku.
Kami
pun pergi kesebuah kafe didekat taman. Aku dan Jinwoon memesan makanan yang
sama. Sebenarnya, Jinwoon yang mengikuti pesanannku. Setelah sang pelayan
mencatat pesanan kami. Kami pun hanya duduk bersantai.
“OMO ! Sunbaenim !” Bisikku pada
Jinwwon.
“Mworago ?” Tanyannya.
“Itu ! Itu songsaengnim” Jawabku
menunjuk songsaengnim yang duduk dipaling ujung kafe.
“Aisshhh… Nunduk-nunduk ! Ayo
menunduk” Ajak Jinwoon sambil menundukkan kepalanya kebawah. Aku pun ikut
menunduk kebawah.
Dari
bawah, kulihat sepasang sepatu kulit berwarna hitam mendekati kami.
“Ehem !” Seorang namja yang terdengar
tua berdehem didekat meja kami. Kami pun tidak merespon dan membuat namja itu
kembali berdehem. Setelah ketika kalinya namja itu berdehem, barulah kami
kembali keatas dan melihat siapa yang dari tadi berdehem didekat kami.
“Bagus sekali kalian membolos
disebuah kafe” Kata namja itu yang ternyata adalah songsaengnim.
“Songsaengnim, apa yang kau lakukan
disini ?” Tanya Jinwoon blak-blakbakan.
“Ya, dasar kau ini !” Kata
songsaengnim kesal dan menjitak kepala Jinwoon. “Ikuti saya” Kata songsaengnim
dan lalu berjalan keluar.
“Tapi songsaengnim, kami belum makan”
Bantah Jinwoon.
“Kau benar-benar …” Kata Songsaengnim
dan lalu menarik napas panjang dan menghembuskannya. “Cepat ikuti aku ! Ppali
!” lanjutnya.
“Ayo sunbaenim” Ajakku. Jinwoon pun
menurut dan mengikutiku dari belakang.
Sesampainya
kami disekolah, kami disuruh sepulang sekolah tinggal disekolah dan membersihkan
seluruh toilet disekolah.
“MWO ?” Tanyaku dengan berteriak dan
membuat songsaengnim terkejut.
“Ya ! Pelankan suaramu ! Apakah kau
berteriak seperti itu pada songsaengnimmu ?”
Kata songsaengnim dengan nada
marah dan mata melotot.
“Aniyo. Tapi songsaengnim, tidak
adakah hukuman yang lebih ringan dari itu ?” Tanyaku memohon.
“Oh… Jadi kau ingin lebih ? Ok ! Kamu
boleh membersihkan seluruh jendela kelas disekolah kita” Jawab songsaengnim.
“Songsaengnim !” Kataku dan Jinwoon
serempak tanpa ada komando terlebih dahulu. Kami pun bertatapan.
“Ahhh … Terserah kalian saja ! Tapi
kalian tidak boleh pulang sebelum membersihkan dua belas toilet termasuk toilet
guru. Jadi, kalian membersihkan empat belas toilet” Kata songsaengnim enteng.
“Tapi songsaengnim, bukankah kita
sudah memiliki tiga pembersih sekolah. Jika kita yang membersihkan toilet, maka
otomatis gaji mereka terpotong” Bantah Jinwoon.
“Kalian cepat pergi” Usir
songsaengnim.
Aku
dan Jinwoon pergi keluar kantor guru dan mulai membersihkan empat belas toilet.
EMPAT BELAS TOILET ! OMG ! Bayangkan saja, aku harus membersihkan empat belas
toilet. Aku hanya bisa berharap si nenek sihir dan pacarnya sudah tidak ada di
sekolah. Jika tidak, Oh no !!! Imejku hancur !
Kulihat
Jinwoon membersihkan toilet dengan semangat. Setetes keringat oun jatu
kewajahnya dan membuatnya … GOSH ! Dia benar-benar mempesona.
“Jiyeon-ssi , jika kau lelah kau
duduk saja dulu. Biar aku yang membersihkannya” Kata Jinwoon. Dia sepertinya
benar-benar memperhatikanku. Jantung ini. Jantung ini kembali bedegup kencang
dan rasanya hampir copot.
“Aniyo. Aku tidak bisa membiarkanmu
mengerjakan ini semua. Aku kan juga salah” Jawabku dan kembali mengerjakan
tugasku.
“Kamu tidak salah. Ini semua salahku.
Seandainya saja aku tidak mengajakmu membolos, kamu tidak akan ikut
membersihkan toilet dan merusak imejmu yang tak pernah sekalipun kena hukuman”
Katanya.
“Aku tidak apa-apa kok oppa” Jawabku
keceplosan.
“Mwo ?” Tanyanya terkejut.
“Tidak apa-apa” Jawabku cepat.
Astaga, kenapa aku bisa memanggilnya oppa ?
Sekarang
sudah pukul lima sore. Kami sudah selesai membersihkan empat belas toilet
sekolah. Aku harus langsung pulang kerumah dan membersihkan tubuhku ini yang
banjir keringat dan berbau toilet. Euwww…
“Jiyeon-ssi, ayo kuantar pulang” Ajak
Jinwoon.
“Gak usah sunbaenim. Aku bisa pulang
sendiri kok” Jawabku sambil tersenyum.
“Ayolah” Renggek Jinwoon sambil
menampilkan aegyonya. OMO ! Dia menampilkan aegyonya padaku. Aku tak pernah
melihat seorang namja yang melakukan aegyo. Hahaha ! Jinwoon … Kau lucu sekali.
“Ok” Jawabku pasrah. Lumayan lah,
hemat uang.
Aku
menaiki motornya yang berwarna putih itu. Jinwoon pun menggas motornya dan
segera pergi dari sekolah. Jinwoon mengendarai motornya dengan sangat cepat.
Cepat sekali. Rasanya aku mau melayang deh dibawa Jinwoon. Dan akhirnya,
sampailah aku dirumah dengan selamat.
“Sunbaenim, ayo masuk” Ajakku.
“Tidak perlu Jiyeon-ssi. Aku harus
pulang dulu. Aku pergi dulu ya. Annyeong” Ucapnya cepat dan langsung pergi dari
rumahku.
“Sunbaenim !!! Gomawo !!!” Aku berteriak
keras ketika dia sudah melaju cepat dengan motornya.
Jam
alarm membangunkanku dari tidur nyenyakku. Aku langsung mandi, sikat gigi, dan
memakai seragamku yang berwarna merah. Aku turun kebawah dan melihat ahjumma
sedang menaruh sarapan diatas meja. Aku menghampiri meja makanku dan menyantap
semua sarapanku. Setelah itu, aku langsung pergi kesekolah.
Aku
berjalan memasuki kelas A11 dan disambut oleh nenek sihir dan namjachingunya.
Aku sedang tidak mood untuk mendengar celotehan mereka. Aku lagsung duduk
dibangkuku dan mulai membaca buku.
“Hahahaha … Si Batu mulai rajin ya
belajar” Kata seorang yeoja yang memiliki suara nenk sihir. Ugghhh ! Kenapa dia
selalu menggangguku ?!
“Yaiyalah chagi. Dia mau belajar
untuk bisa ngalahin kamu” Timpal Taecyeon.
“Udahlah Batu, kalau kamu belajar
giat pun percuma saja ! Kau akan tetap kalah dariku kan ?” Ejek si nenek sihir
itu lagi. Lama-lama emosiku mulai terpancing nih. Sebelum emosiku meledak dan
membuat diriku malu, kuambil headphoneku yang ada di dalam tas. Kubuka
lagu-lagu slow yang bisa membuatku damai.
Jam
pelajaran pertama, kedua, dan ketiga telah usai. Sekarang waktunya istirahat.
Sesampainya aku didepan kelas, betapa terkejutnya aku melihat sesosok namja
yang jangkung menungguku. Itu Jinwoon !
“Jiyeon-a !” Sapa Jinwoon padaku.
Kenapa dia hari ini memanggilku dengan embel-embel akrab ? Padahal kami baru
berkenalan beberapa jam yang lalu atau lebih tepatnya kemarin.
“Ada apa sunbaenim ?” Tanyaku sambil
mendekati Jinwoon.
“Kajja. Kita pergi kekantin”Jawabnya
dengan menampilkan senyumnya yang perfect dan membuatku serasa meleleh olehnya.
“Ne” Jawabku berusaha agar tidak
gugup.
Aku
berjalan dibelakangnya. Sebenarnya dia menyuruhku untuk berjalan disampingnya,
tapi aku merasa tidak enak jika dipandang oleh orang. Bisa-bisa orang-orang
menganggap kami pacaran.
“Jalan disampingku aja” Perintah
Jinwoon sambil menarik tanganku agar aku berjalan disampingnya. Aku pun
menurut.
Tiba-tiba,
sebuah tangan hangat memegang tanganku erat. Kulirik tanganku yang dipegang
oleh Jinwoon dan tanpa kusadari, aku membuat sebuah senyuman dibibirku.
Sekarang, ini terjadi lagi ! Aku benci ini. Jantungku. Jantungku berdegub
kencang lagi seperti kemarin. Inikah yang dinamakan jatuh cinta ?
Kami
duduk di bangku yang ada paling ujung kantin. Aku memesan dua buah waffle dan
dua buah susu. Itu bukan untuk aku
dua-duanya. Satu waffle dan susunya untuk Jinwoon. Setelah selesai makan, kami
pun hanya duduk-duduk bersantai dibangku kantin.
“Jiyeon-a” Kata Jinwoon dan membuatku
tersentak kaget karena dari tadi aku hanya melamun.
“Ehm ?” Tanyaku.
“Ayo kita bolos” Bisiknya.
“MWO ? Shiro. Aku tidak mau terlibat
proses hukuman membersihkan toilet lagi” Jawabku dengan nada kesal.
“Hahaha… Aku cuma bercanda kok” Kata
Jinwoon dengan tertawa. Tawanya itu sangat menghiburku.
Teettt…
Teettt… Tak terasa jam istirahat sudah berakhir. Rasanya sangat sebentar waktu
istirahat.
“Sunbaenim, kajja kita pergi kekelas”
Ajakku dan menunggu Jinwoon bangkit dari kursinya.
“Kau tidak mau bolos ?” Tanyanya
sambil menggerakkan kedua tangannya keatas.
“Shiro. Jika sunbaenim mau bolos,
bolos aja sendiri. Aku mau belajar” Jawabku dan lalu pegi meninggalkannya
sendiri.
“Jakamnan !” Kata Jinwoon sambil
menarik tanganku. Aku berbalik dan hanya menampilkan ekspresi bertanya-tanya. “Ayo
kita pergi bersama-sama” Lanjutnya.
Aku
mengangguk mendengar ajakan Jinwoon. Kami bergandengan tangan disepanjang
koridor yang sudah mulai sepi sampai akhirnya kami harus berpisah. Aku harus
jalan kekanan, dan Jinwoon harus jalan kekiri.
“Sunbaenim, aku pergi dulu ya.
Annyeong” Kataku sambil melambaikan tangan.
“Jiyeon-a !” Teriak Jinwoon ketika
aku sudah mendekati kelasku.
“Mwo ?” Jawabku dengan suara keras.
“Lain kali, kau panggil aku oppa saja. OPPA” Jawabnya sambil
berteriak. Aku pun hanya mengangguk ‘baiklah’ dan dia pun kembali berjalan
masuk kekelasnya.
Aku
pun sampai dikelas dengan keadaan kelas yang masih ribut. Syukurlah
songsaengnim belum datang. Jik tidak, aku pasti akan kena hukuman dan mendapa
ejekan nenek sihir.
Aku
duduk dibangkuku dan memikirkan apa yang dimaksud Jinwoon. “Oppa” ? Dia
menyuruhku untuk memanggilnya oppa ? Astaga, kenapa tiba0tiba dia menyuruhku
memanggil oppa ? Apakah dia mau mengangkat aku menjadi adiknya ? Atau apa ?
Sekarang
sudah waktunya pulang sekolah. Hari ini para songsaengnim disekolah rapat dan
membuat para muridnya pulang kerumah masing-masing. Aku masih menunggu ahjussi
yang akan menjemputku. Sudah dua puluh menit aku menunggunya dan dia belum
datang juga. Dan sekarang langitnya mulai menggelap. Tiba-tiba bunyi motor yang
kutahu datang menghampiriku.
“Jiyeon-a. Aku antar yuk” Ajak
Jinwoon.
“Tidak usah sunbaenim” Tolakku.
“Ya ! Kenapa kau memanggilku
sunbaenim ? Aku kan suda menyuruhmu untuk memanggilku oppa !” Bentak Jinwoon.
“Mianhae oppa” Jawabku lagi sambil
membungkukkan badan. Kenapa sekarang aku sedang malas berbicara dengan namja ya
? Mungkin ini karena ahjussi yang terlambat menjemputku.
“Kamu kenapa ?” Tanya Jinwoon cemas.
“Aku gak papa kok oppa” Jawabku. Aku
mulai gugup dengan sebutan yang harus kupakai sekarang. Oppa ?
“Ayo kuantar pulang” Ajaknya lagi.
Karena aku sudah bosan menunggu,kuanggukan kepalaku.Aku menaiki motornya dan
dia pun langsung mengendarainya.
“Jiyeon-a, ayo kita makan dulu” Kata
Jinwoon.
“Ne” Jawabku.
Kami
pun sampai disebuah café yang terletak dipinggir kota. Di café itu terdapat
banyak sekali sepasang yeoja dan namja yang duduk semeja. Mereka terlihat
seperti berpacaran.Atau mungkin memang pacaran.
Sepertinya café itu memang khusus untuk sepasang kekasih yang ingin
makan dengan suasana romantis.
Aku
memesan sebuah spageti dan jus apel. Sedangkan Jinwoon memesan sebuah cream
soup dan jus melon. Ketika aku mau membayar makananku, dengan cepat Jinwoon
menolak agar aku tidak membayar makananku. Jinwoon bilang ingin mentraktirku.
“Gomawo, oppa” Kataku ketika kami
keluar dari café. Jinwoon tidak menjawab, tapi dia tersenyum perfect padaku.
“Kajja oppa. Langitnya sudah sangat
gelap” Ajakku. Jinwoon hanya mengangguk dan langsung menaiki motornya.
Tikkk
… Tikkk … Setetes air hujan pun jatuh kebumi. Awalnya hanya gerimis. Lama
kelamaan menjadi hujan yang sangat lebat. Terpaksa kami harus berteduh dulu.
Kami berteduh didekat taman dan kebetulan ada seorang pengamen disana. Aku
memberinya uang.
Sekarang
kami duduk disebuah kursi yang cukup dekat dengan pengamen tersebut. Lagu yang
dinyanyikan pengamen itu adalah lagu-lagu romantis. Sepertinya pengamen itu
sengaja menyanyikan lagu-lagu itu. Sambil memetik sinar gitarnya, suaranya yang
bisa dibilang bagus membuat aku dan Jinwoon menikmati tiap tetes air hujan yang
turun. Seketika itu juga, Jinwoon menyandarkan keplanya kebahuku. GOSH ! Aku
benar-benar jatuh cinta pada Jinwoon. Saat ini, jantungku berdegub kencang.
Kuharap dia tidak merasakan jantungku yang berdegub-degub ini.
Sekarang
hujannya tidak terlalu deras lagi. Tapi aku masih diam disini bersama Jinwoon
yang masih bersandar dibahuku. Sudah satu jam kami duduk disini tanpa ada
pembicaraan. Yang kami lakukan hanyalah mendengarkan nyanyian pengamen.
Jinwoon
lalu mengangkat kepalanya. Seketika aku merasakan sesuatu yang menempel dipipi
sebelah kananku. Apa ini ? Ternyata Jinwoon sedang mencium pipiku. MWO ?
Jinwoon mencium pipiku ? Menciumku ?
Setelah
dia menciumku dipipi, dia berbisik padaku …
“Jiyeon-a, saranghae”
===== TBC ===
Comment Please ...
Don't Be A Silent Readers ^.^
Thankyou For Reading My Stories ^.^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar