Kamis, 11 April 2013

Oppa .... ! Nan Jeongmal Saranghaeyo (1/2)



       

Author : Azka Adelia
Title : "Oppaaa .... ! Nan Jeongmal Saranghaeyo"
Genre : Romance
Length : Twoshoot
Cast :
  • Park Ji Yeon
  • Jung Jin Woon
  • Ham Eun Jung
  • Ok Taecyeon

Sub Cast :
NB : Semua berdasarkan pikiran Jiyeon



     
      Aku berjalan dengan lesu disekitar koridor sekolah. Sekarang harusnya aku happy karena sekarang waktunya istirahat. Tapi entah mengapa aku hari ini bad mood. Aku juga tidak tau mengapa hari ini aku bad mood. Mungkin karena hasil penilaian aktingku kurang memuaskan. Tapi sebenarnya nilaiku cukup tinggi. Aku mendapatkan nilai A. Sebelumnya aku senang , tapi ketika melihat nilai seseorang yang mendapat nilai A+ , aku langsung kesal. Sangat kesal.  Kulihat nama yang mendapatkan nilai A+ tersebut dan ternyata dia adalah musuh bebuyutanku , Ham Eun Jung !

“Hha ! Sepertinya kali ini kau kalah batu !” Kata seseorang dibelakangku. Aku langsung tau suara siapa itu. Itu adalah suara seorang nenek sihir yang baru saja turun dari angkasa untuk mencari sebuah kaki kodok.

“Batu ?” Tanyaku bingung tak mengerti apa yang sedang nenek sihir itu bicarakan.

“You know ? Bukankah batu tidak akan pernah bisa terbang tinggi menuju angkasa. Biarpun kau melemparnya setinggi mungkin , tetap saja dia akan kembali jatuh kebumi” Nenek sihir itu menjawab pertanyaanku dengan sangat …. UGGHHHH …! Benar-benar membuatku tak tahan ingin mencabut kepalanya dari tubuhnya !

“Terus , jika aku batu kamu apa ?” Tanyaku lagi berusaha tetap tenang.

“Naega ? Aku adalah seorang angsa putih yang bisa terbang bebas kemana pun yang kumau. Sedangkan kau … Ummbbb … Sepertinya kau harus selalu mengikuti kemana seseorang melemparmu ! Hahaha” Dia tertawa. Sungguh , tawanya itu sangat   mengerikan dan persis seperti seorang nenek sihir yang senang karena sudah berhasil menyihir seorang pangeran tampan menjadi seekor kodok. Menurutku, jika ada audisi untuk menyuarakan kartun nenek sihir , dia pasti terpilih.

“Aisshhh … Jinja …” Belum sempat aku melanjutkan ucapanku, sudah ada yang menyela dari belakangku

“Eunjung-a !”

          Terdengar seorang namja memanggil nama Eunjung dengan penuh kasih sayang dari belakangku. Aku langsung berbalik 180 derajat. Kulihat seorang Taecyeon melamba-lambaikan tangannya

“A Oppa !” Kata Eunjung sambil berlari dan memeluk Taecyeon yang merupakan namjachingunya Eunjung.

“Eunjung-a … Chukkae ! Kamu mendapatkan nilai A+” Puji Taecyeon.

“Gomawo” Sahut Eunjung sambil mencium pipi kanan Taecyeon dan itu membuatku sangat jijik. Bayangkan saja, nenek sihir itu mencium pipi seorang namja di tempat umum yang sedang banyak orang. Apakah dia tidak memiliki rasa malu ?

“Ya , Bukankah ini Jiyeon ?” Tanya Taecyeon sambil menunjuk kearahku.

“Ne oppa. Dia adalah Jiyeon. Dia adalah yeoja yang tidak bisa mengalahkanku selama ini. Bukankah aku sudah cerita, oppa ?” Kata Eunjung menyombongkan dirinya didepanku. Aku hanya terkekeh melihatnya seperti itu.

“Aigoo … Kamu ini memang tidak memiliki kemampuan apapun ! Percuma saja kau memiliki wajah yang cantik. Ckckckck” Timpal Taecyeon yang ikutan mengejekku.

“Mwo ? Oppa, kamu bilang dia cantik ? Cantik, oppa ? Oppa, yang benar saja. Apakah oppa tidak mencintaiku lagi ?” Renggek Eunjung manja. Euuwwww… Rasanya aku ingin muntah sekarang juga.

“Aniyo. Kau adalah yeoja paling cantik yang pernah kutemui. Kajja, kita pergi dari sini. Kita makan. Jika kita terus disini, selera makan oppa akan hilang” Kata Taecyeon dan langsung menggandeng tangan nenek sihir dan pergi menjauhiku.

          Aigoo … Yang benar saja ? Apakah aku tidak sadar ? Aku berdiri disini dari tadi. Mendengarkan ejekan mereka ! Aisssh…. Baboya. Jinja ! Jiyeon Baboya ! Jiyeon, kau terlihat seperti orang bodoh yang sedari tadi berdiri didekat mereka dan mendengarkan ejekan mereka. Babo ! Babo ! Babo.

          Aku langsung berlari menuju toilet dan berdiri menghadap cermin. Kubasuh seluruh wajahku dengan kedua telapak tanganku. Aku lalu kembali menghadap cermin.

“Jiyeon-a, Lain kali kau tidak boleh mempermalukan dirimu sendiri. Araseo ?” Kataku pada diriku sendiri dihadapan cermin sambil menunjuk-nunjuk wajahku. Untungnya sekarang bell sudah berbunyi dan tandanya masuk. Jadi, tidak ada orang. Jika tidak, mereka pasti berpikir aku sudah gila.

          Aku pergi keluar toilet dan tiba-tiba … BRUKK !!! Seorang namja menabrakku dan aku hampir terjatuh. HAMPIR ! Tapi, namja itu menarik tangan dan pinggangku.

“Gwenchana ?”Tanya namja itu. OMG ! Namja ini benar-benar tampan.

“Gwenchana ?” Tanya namja itu sekali lagi. OMO ! Aku melamun. Aku langsung berdiri dan merapikan baju seragamku.

“Gwenchana ?” Tanyanya.

“Ehm , Gwenchana” Jawabku sambil menganggukkan kepala.

“Kau tidak masuk kelas ?” Tanya namja itu dengan mengangkat satu alisnya. Gosh ! Dia benar-benar tampan dan super keren !

“A-aku baru saja mau masuk kelas” Jawabku gugup dan berjalan menjauhinya.

“Jakamnan !” Katanya sambil memegang tanganku. OMO ! Sekarang jantungku berdegu kencang. Apakah ini yang namanya cinta ?

“Apa kau ingin belajar ?” Tanyanya dari belakangku. Aku pun berbalik dan menatapnya bingung.

“Ummbbb… Apa kau mau pergi bersamaku ?” Tanyannya ragu.

“Ke-ke-kemana ?” Jawabku gagap.

“Eeee… Ayo kita bolos sekolah” Ajak namja tersebut sambil tersenyum. Tanpa pikir dua kali, aku hanya tersenyum dan menganggukan kepalaku. Astaga ! Apa ini ? Aku tidak menyuruh otakku untuk tersenyum sambil menganggukan kepala. Tapi, sepertinya kepalaku mengangguk sendiri dan bibirku membuat senyuman sendiri.

          Namja itu menarik tanganku dan berlari. Aku pun spontan juga haru berlari mengikutinya. Kami pergi kehalaman belakang sekolah dan memanjat tembok sekolah. Sejujurnya, aku tak bisa memanjat. Tapi namja itu membantuku.

“Sekarang kita mau kemana ?” Tanyaku padanya. Dia tampak bingung dan lalu melihatku.

“Sebelumnya, aku mau tau dulu siapa namamu” Jawabnya sambil menghentikan langkah kami.

“Park Ji Yeon imnida. Kamu ?” Kataku sambil membungkukkan badan.

“Jung Jin Woon” Jawabnya singkat dan lalu dia kembali menggandeng tanganku dengan hangat.

“Kamu kelas berapa Jiyeon-ssi ?” Tanya namja yang bernama Jinwoon tersebut.

“Aku kelas A11. Kalau kamu ?” Jawabku masih gugup meskipun kami sudah sedikit akrab.

“Aku kelas A12. Kita beda satu tahun ya Jiyeon-ssi” Jawabnya.

“Eh ? Ne. Kamu adalah sunbaeku”Kataku.

Kami berjalan menyusuri trotoar yang ada dipinggir jalan raya. Sampai akhirnya kami berada dipusat kota. Tak terasa sekarang sudah jam satu siang. Waktunya makan siang.

“Jiyeon-ssi, ayo makan ! Aku sudah lapar” Ajak Jinwoon.

“Ne, sunbaenim” Jawabku.

          Kami pun pergi kesebuah kafe didekat taman. Aku dan Jinwoon memesan makanan yang sama. Sebenarnya, Jinwoon yang mengikuti pesanannku. Setelah sang pelayan mencatat pesanan kami. Kami pun hanya duduk bersantai.

“OMO ! Sunbaenim !” Bisikku pada Jinwwon.

“Mworago ?” Tanyannya.

“Itu ! Itu songsaengnim” Jawabku menunjuk songsaengnim yang duduk dipaling ujung kafe.

“Aisshhh… Nunduk-nunduk ! Ayo menunduk” Ajak Jinwoon sambil menundukkan kepalanya kebawah. Aku pun ikut menunduk kebawah.

          Dari bawah, kulihat sepasang sepatu kulit berwarna hitam mendekati kami.
“Ehem !” Seorang namja yang terdengar tua berdehem didekat meja kami. Kami pun tidak merespon dan membuat namja itu kembali berdehem. Setelah ketika kalinya namja itu berdehem, barulah kami kembali keatas dan melihat siapa yang dari tadi berdehem didekat kami.

“Bagus sekali kalian membolos disebuah kafe” Kata namja itu yang ternyata adalah songsaengnim.

“Songsaengnim, apa yang kau lakukan disini ?” Tanya Jinwoon blak-blakbakan.

“Ya, dasar kau ini !” Kata songsaengnim kesal dan menjitak kepala Jinwoon. “Ikuti saya” Kata songsaengnim dan lalu berjalan keluar.

“Tapi songsaengnim, kami belum makan” Bantah Jinwoon.

“Kau benar-benar …” Kata Songsaengnim dan lalu menarik napas panjang dan menghembuskannya. “Cepat ikuti aku ! Ppali !” lanjutnya.

“Ayo sunbaenim” Ajakku. Jinwoon pun menurut dan mengikutiku dari belakang.

          Sesampainya kami disekolah, kami disuruh sepulang sekolah tinggal disekolah dan membersihkan seluruh toilet disekolah.

“MWO ?” Tanyaku dengan berteriak dan membuat songsaengnim terkejut.

“Ya ! Pelankan suaramu ! Apakah kau berteriak seperti itu pada songsaengnimmu ?” 
Kata songsaengnim dengan nada marah dan mata melotot.

“Aniyo. Tapi songsaengnim, tidak adakah hukuman yang lebih ringan dari itu ?” Tanyaku memohon.

“Oh… Jadi kau ingin lebih ? Ok ! Kamu boleh membersihkan seluruh jendela kelas disekolah kita” Jawab songsaengnim.

“Songsaengnim !” Kataku dan Jinwoon serempak tanpa ada komando terlebih dahulu. Kami pun bertatapan.

“Ahhh … Terserah kalian saja ! Tapi kalian tidak boleh pulang sebelum membersihkan dua belas toilet termasuk toilet guru. Jadi, kalian membersihkan empat belas toilet” Kata songsaengnim enteng.

“Tapi songsaengnim, bukankah kita sudah memiliki tiga pembersih sekolah. Jika kita yang membersihkan toilet, maka otomatis gaji mereka terpotong” Bantah Jinwoon.

“Kalian cepat pergi” Usir songsaengnim.

          Aku dan Jinwoon pergi keluar kantor guru dan mulai membersihkan empat belas toilet. EMPAT BELAS TOILET ! OMG ! Bayangkan saja, aku harus membersihkan empat belas toilet. Aku hanya bisa berharap si nenek sihir dan pacarnya sudah tidak ada di sekolah. Jika tidak, Oh no !!! Imejku hancur !
          Kulihat Jinwoon membersihkan toilet dengan semangat. Setetes keringat oun jatu kewajahnya dan membuatnya … GOSH ! Dia benar-benar mempesona.

“Jiyeon-ssi , jika kau lelah kau duduk saja dulu. Biar aku yang membersihkannya” Kata Jinwoon. Dia sepertinya benar-benar memperhatikanku. Jantung ini. Jantung ini kembali bedegup kencang dan rasanya hampir copot.

“Aniyo. Aku tidak bisa membiarkanmu mengerjakan ini semua. Aku kan juga salah” Jawabku dan kembali mengerjakan tugasku.

“Kamu tidak salah. Ini semua salahku. Seandainya saja aku tidak mengajakmu membolos, kamu tidak akan ikut membersihkan toilet dan merusak imejmu yang tak pernah sekalipun kena hukuman” Katanya.

“Aku tidak apa-apa kok oppa” Jawabku keceplosan.

“Mwo ?” Tanyanya terkejut.

“Tidak apa-apa” Jawabku cepat. Astaga, kenapa aku bisa memanggilnya oppa ?

          Sekarang sudah pukul lima sore. Kami sudah selesai membersihkan empat belas toilet sekolah. Aku harus langsung pulang kerumah dan membersihkan tubuhku ini yang banjir keringat dan berbau toilet. Euwww…

“Jiyeon-ssi, ayo kuantar pulang” Ajak Jinwoon.

“Gak usah sunbaenim. Aku bisa pulang sendiri kok” Jawabku sambil tersenyum.

“Ayolah” Renggek Jinwoon sambil menampilkan aegyonya. OMO ! Dia menampilkan aegyonya padaku. Aku tak pernah melihat seorang namja yang melakukan aegyo. Hahaha ! Jinwoon … Kau lucu sekali.

“Ok” Jawabku pasrah. Lumayan lah, hemat uang.

          Aku menaiki motornya yang berwarna putih itu. Jinwoon pun menggas motornya dan segera pergi dari sekolah. Jinwoon mengendarai motornya dengan sangat cepat. Cepat sekali. Rasanya aku mau melayang deh dibawa Jinwoon. Dan akhirnya, sampailah aku dirumah dengan selamat.

“Sunbaenim, ayo masuk” Ajakku.

“Tidak perlu Jiyeon-ssi. Aku harus pulang dulu. Aku pergi dulu ya. Annyeong” Ucapnya cepat dan langsung pergi dari rumahku.

“Sunbaenim !!! Gomawo !!!” Aku berteriak keras ketika dia sudah melaju cepat dengan motornya.

          Jam alarm membangunkanku dari tidur nyenyakku. Aku langsung mandi, sikat gigi, dan memakai seragamku yang berwarna merah. Aku turun kebawah dan melihat ahjumma sedang menaruh sarapan diatas meja. Aku menghampiri meja makanku dan menyantap semua sarapanku. Setelah itu, aku langsung pergi kesekolah.
          Aku berjalan memasuki kelas A11 dan disambut oleh nenek sihir dan namjachingunya. Aku sedang tidak mood untuk mendengar celotehan mereka. Aku lagsung duduk dibangkuku dan mulai membaca buku.

“Hahahaha … Si Batu mulai rajin ya belajar” Kata seorang yeoja yang memiliki suara nenk sihir. Ugghhh ! Kenapa dia selalu menggangguku ?!

“Yaiyalah chagi. Dia mau belajar untuk bisa ngalahin kamu” Timpal Taecyeon.

“Udahlah Batu, kalau kamu belajar giat pun percuma saja ! Kau akan tetap kalah dariku kan ?” Ejek si nenek sihir itu lagi. Lama-lama emosiku mulai terpancing nih. Sebelum emosiku meledak dan membuat diriku malu, kuambil headphoneku yang ada di dalam tas. Kubuka lagu-lagu slow yang bisa membuatku damai.
          Jam pelajaran pertama, kedua, dan ketiga telah usai. Sekarang waktunya istirahat. Sesampainya aku didepan kelas, betapa terkejutnya aku melihat sesosok namja yang jangkung menungguku. Itu Jinwoon !

“Jiyeon-a !” Sapa Jinwoon padaku. Kenapa dia hari ini memanggilku dengan embel-embel  akrab ? Padahal kami baru berkenalan beberapa jam yang lalu atau lebih tepatnya kemarin.

“Ada apa sunbaenim ?” Tanyaku sambil mendekati Jinwoon.

“Kajja. Kita pergi kekantin”Jawabnya dengan menampilkan senyumnya yang perfect dan membuatku serasa meleleh olehnya.

“Ne” Jawabku berusaha agar tidak gugup.

          Aku berjalan dibelakangnya. Sebenarnya dia menyuruhku untuk berjalan disampingnya, tapi aku merasa tidak enak jika dipandang oleh orang. Bisa-bisa orang-orang menganggap kami pacaran.

“Jalan disampingku aja” Perintah Jinwoon sambil menarik tanganku agar aku berjalan disampingnya. Aku pun menurut.

Tiba-tiba, sebuah tangan hangat memegang tanganku erat. Kulirik tanganku yang dipegang oleh Jinwoon dan tanpa kusadari, aku membuat sebuah senyuman dibibirku. Sekarang, ini terjadi lagi ! Aku benci ini. Jantungku. Jantungku berdegub kencang lagi seperti kemarin. Inikah yang dinamakan jatuh cinta ?
Kami duduk di bangku yang ada paling ujung kantin. Aku memesan dua buah waffle dan dua  buah susu. Itu bukan untuk aku dua-duanya. Satu waffle dan susunya untuk Jinwoon. Setelah selesai makan, kami pun hanya duduk-duduk bersantai dibangku kantin.

“Jiyeon-a” Kata Jinwoon dan membuatku tersentak kaget karena dari tadi aku hanya melamun.

“Ehm ?” Tanyaku.

“Ayo kita bolos” Bisiknya.

“MWO ? Shiro. Aku tidak mau terlibat proses hukuman membersihkan toilet lagi” Jawabku dengan nada kesal.

“Hahaha… Aku cuma bercanda kok” Kata Jinwoon dengan tertawa. Tawanya itu sangat menghiburku.

          Teettt… Teettt… Tak terasa jam istirahat sudah berakhir. Rasanya sangat sebentar waktu istirahat.

“Sunbaenim, kajja kita pergi kekelas” Ajakku dan menunggu Jinwoon bangkit dari kursinya.

“Kau tidak mau bolos ?” Tanyanya sambil menggerakkan kedua tangannya keatas.

“Shiro. Jika sunbaenim mau bolos, bolos aja sendiri. Aku mau belajar” Jawabku dan lalu pegi meninggalkannya sendiri.

“Jakamnan !” Kata Jinwoon sambil menarik tanganku. Aku berbalik dan hanya menampilkan ekspresi bertanya-tanya. “Ayo kita pergi bersama-sama” Lanjutnya.

          Aku mengangguk mendengar ajakan Jinwoon. Kami bergandengan tangan disepanjang koridor yang sudah mulai sepi sampai akhirnya kami harus berpisah. Aku harus jalan kekanan, dan Jinwoon harus jalan kekiri.

“Sunbaenim, aku pergi dulu ya. Annyeong” Kataku sambil melambaikan tangan.

“Jiyeon-a !” Teriak Jinwoon ketika aku sudah mendekati kelasku.

“Mwo ?” Jawabku dengan suara keras.

“Lain kali, kau  panggil aku oppa saja. OPPA” Jawabnya sambil berteriak. Aku pun hanya mengangguk ‘baiklah’ dan dia pun kembali berjalan masuk kekelasnya.

          Aku pun sampai dikelas dengan keadaan kelas yang masih ribut. Syukurlah songsaengnim belum datang. Jik tidak, aku pasti akan kena hukuman dan mendapa ejekan nenek sihir.
          Aku duduk dibangkuku dan memikirkan apa yang dimaksud Jinwoon. “Oppa” ? Dia menyuruhku untuk memanggilnya oppa ? Astaga, kenapa tiba0tiba dia menyuruhku memanggil oppa ? Apakah dia mau mengangkat aku menjadi adiknya ? Atau apa ?
          Sekarang sudah waktunya pulang sekolah. Hari ini para songsaengnim disekolah rapat dan membuat para muridnya pulang kerumah masing-masing. Aku masih menunggu ahjussi yang akan menjemputku. Sudah dua puluh menit aku menunggunya dan dia belum datang juga. Dan sekarang langitnya mulai menggelap. Tiba-tiba bunyi motor yang kutahu datang menghampiriku.

“Jiyeon-a. Aku antar yuk” Ajak Jinwoon.

“Tidak usah sunbaenim” Tolakku.

“Ya ! Kenapa kau memanggilku sunbaenim ? Aku kan suda menyuruhmu untuk memanggilku oppa !” Bentak Jinwoon.

“Mianhae oppa” Jawabku lagi sambil membungkukkan badan. Kenapa sekarang aku sedang malas berbicara dengan namja ya ? Mungkin ini karena ahjussi yang terlambat menjemputku.

“Kamu kenapa ?” Tanya Jinwoon cemas.

“Aku gak papa kok oppa” Jawabku. Aku mulai gugup dengan sebutan yang harus kupakai sekarang. Oppa ?

“Ayo kuantar pulang” Ajaknya lagi. Karena aku sudah bosan menunggu,kuanggukan kepalaku.Aku menaiki motornya dan dia pun langsung mengendarainya.

“Jiyeon-a, ayo kita makan dulu” Kata Jinwoon.

“Ne” Jawabku.

          Kami pun sampai disebuah café yang terletak dipinggir kota. Di café itu terdapat banyak sekali sepasang yeoja dan namja yang duduk semeja. Mereka terlihat seperti berpacaran.Atau mungkin memang pacaran.  Sepertinya café itu memang khusus untuk sepasang kekasih yang ingin makan dengan suasana romantis.
          Aku memesan sebuah spageti dan jus apel. Sedangkan Jinwoon memesan sebuah cream soup dan jus melon. Ketika aku mau membayar makananku, dengan cepat Jinwoon menolak agar aku tidak membayar makananku. Jinwoon bilang ingin mentraktirku.

“Gomawo, oppa” Kataku ketika kami keluar dari café. Jinwoon tidak menjawab, tapi dia tersenyum perfect padaku.

“Kajja oppa. Langitnya sudah sangat gelap” Ajakku. Jinwoon hanya mengangguk dan langsung menaiki motornya.

          Tikkk … Tikkk … Setetes air hujan pun jatuh kebumi. Awalnya hanya gerimis. Lama kelamaan menjadi hujan yang sangat lebat. Terpaksa kami harus berteduh dulu. Kami berteduh didekat taman dan kebetulan ada seorang pengamen disana. Aku memberinya uang.
          Sekarang kami duduk disebuah kursi yang cukup dekat dengan pengamen tersebut. Lagu yang dinyanyikan pengamen itu adalah lagu-lagu romantis. Sepertinya pengamen itu sengaja menyanyikan lagu-lagu itu. Sambil memetik sinar gitarnya, suaranya yang bisa dibilang bagus membuat aku dan Jinwoon menikmati tiap tetes air hujan yang turun. Seketika itu juga, Jinwoon menyandarkan keplanya kebahuku. GOSH ! Aku benar-benar jatuh cinta pada Jinwoon. Saat ini, jantungku berdegub kencang. Kuharap dia tidak merasakan jantungku yang berdegub-degub ini.
          Sekarang hujannya tidak terlalu deras lagi. Tapi aku masih diam disini bersama Jinwoon yang masih bersandar dibahuku. Sudah satu jam kami duduk disini tanpa ada pembicaraan. Yang kami lakukan hanyalah mendengarkan nyanyian pengamen.
          Jinwoon lalu mengangkat kepalanya. Seketika aku merasakan sesuatu yang menempel dipipi sebelah kananku. Apa ini ? Ternyata Jinwoon sedang mencium pipiku. MWO ? Jinwoon mencium pipiku ? Menciumku ?
          Setelah dia menciumku dipipi, dia berbisik padaku …

“Jiyeon-a, saranghae”

===== TBC ===

Comment Please ...
Don't Be A Silent Readers ^.^
Thankyou For Reading My Stories ^.^



Tidak ada komentar:

Posting Komentar