Selasa, 09 April 2013

"Love Letter"


Author : Azka Adelia
Title : "Love Letter"
Genre : Romance and Friendship
Length : Oneshoot
Cast : - Yoon Bo Mi (Bomi)
         - Xi Lu Han (Luhan)
         - Li Jiaheng (Kris)



='Author POV’=


            Seperti biasa, tiga sahabat ini berjalan menuju sekolah dengan Luhan di kanan, Kris dikiri, dan Bomi. Mereka tertawa, berbagi lelucon sampai didepan gerbang sekolah.

“Oppa, aku harus pergi dulu. Sampai bertemu istirahat makan siang, ok ?” Kata Bomi sambil berjalan didepan Luhan dan Kris dengan nada ceria.

“Araseo !” Jawab Luhan dan Kris serempak sambil tertawa kelucuan mengingat nada Bomi yang lucu tadi. Mereka pun berjalan menuju kelasnya.

            Waktu berlalu begitu cepat dan sekarang sudah istirahat makan siang. Bomi berjalan menuju lokernya. Dia merasa bersemangat untuk membuka lokernya untuk menemukan surat lain yang selalu dikirim oleh sipengagum rahasianya sehari-hari. Saat membuka lokernya, dia menemukan selembar kertas berwarna pink. Bomi mengambil surat selembar kertas tersebut dengan senyum yang dibibir.

"Kau selalu membuat hidup saya jadi cerah dengan hanya satu senyuman darimu"

            Seperti biasa. Hanya ada satu kalimat. Tapi tetap saja membuat hati Bomi berbunga-bunga. Dengan menyeringai diwajahnya dia menutup lokernya dan berjalan ke kantin. Dimana dua  sahabatnya menunggu kedatangannya. Dia menyembunyikan kertas tersebut dikantong bajunya saat ia berjalan ke sahabatnya yangsedang duduk di dekat jendela. Bomi tidak pernah membicarakan tentang selembar kertas tersebut. Tidak pernah. Karena ia tahu, jika ia memberitahu mereka, mereka pasti akan selalu menggoda Bomi tentang seorang namja yang menyukainya.

“Annyeong oppa” Sapa Bomi ceria sambil duduk disebelah Luhan.

“Ini” Kata Luhan sambil memberikan makanan kesukaan Bomi.

“Gomawo. Oppa tau aja apa yang kusuka” Jawab Bomi sambil menyenggol bahu Luhan.

            Mereka makan siang bersama. Kadang mereka tertawa bersama mendengar salah satu lelucon dari salah satu dari mereka. Setelah bell berbunyi, mereka pergi dari kantin dan pergi kekelas mereka masing-masing.
Sekarang sudah waktunya pulang kerumah. Kris dan Luhan sedang menunggu Bomi di pintu masuk sekolah. Ketika mereka melihat sosok Bomi berjalan ke arah mereka, senyuman manis muncul di wajahnya.

"Siap untuk pulang
?" Tanya Luhan dan Bomi mengangguk kepalanya. Lalu Mereka bertiga berjalan pulang bersama-sama seperti biasa.

[Next Day]

=’Bomi POV’=

        Seperti biasa, aku sudah berada didepan loker. Aku perlahan-lahan membuka lokerku dan menemukan surat lain dari pengagum rahasiaku.

“NAN SARANGHAE. JEONGMAL SARANGHAEYO. I LOVE YOU WITH ALL MY HEART”

Kata-kata di surat itu…                                
Lagi dan lagi membuat hatiku serasa ingin meledak ! Aku sebenarnya  juga jatuh cinta dengan orang yang selalu mengirimiku surat. Untuk setiap kata-kata yang ada di suratnya. Aku merasa seperti aku sangat penting bagi orang tersebut. Sehingga meskipun aku tidak pernah bertemu atau melihat pengagum rahasia, sedikit demi sedikit aku perlahan-lahan jatuh cinta dengan dia.

=’Author POV’=

             Bomi tidak tahu pengagum rahasianya mengawasinya dari jauh dengan senyum dibibirnya. Senang melihat senyumnya karena suratnya. Puas melihat hasihnya ia berjalan ke kantin untuk makan siang.
              Segera Bomi pergi ke kantin dan melihat dua sahabatnya yang sedang berbicara satu sama lain tentang sesuatu. Dia duduk berlawanan dengan mereka dan mendengarkan cerita mereka.

"Apa dengan senyum
mu Bomi-a ?” Tanya Kris ketika melihat senyuman manis tertampang diwajah Bomi.

“Aniyo !" Jawab Bomi kaget karena sedari tadi hanya melamun.

"OUZ ! Aku yakin aada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami" Kata Luhan mulai menggoda Bomi.

"Aish! Benar-benar tidak bisa mempercayaiku ya ?"Jawabnya lagi dan lalu mengabaikan Kris dan Luhan.  Bomi lalu memakan makanannya dan pamit pada Luhan dan Kris
"Aku harus pergi dulu oppa. Annyeong" Pamin Bomi dan lalu meninggalkan mereka berdua.

"Ada apa dengannya ?" Tanya Kris ke Luhan yang duduk di sampingnya.

"Molla" Jawab Luhan sambil melihat kemana Bomi berjalan keluar.

'Mungkin karena surat
yang kuberikan berikan kepadanya' Batin seorang namja.

[
Next Day]

 
               Bomi lagi adalah didepan lokernya. Melihat langsung ke lokernya dengan tak sabaran. Ketika dia membuka dia melihat hanya ada buku miliknya. Dia frustrasi dan mengangkat buku-bukunya mencari surat itu tapi masih tidak mendapatkan apapun.Dia menghela napas dan menutup pintu lokernya dengan wajah sedih.

"Kenapa dia tidak memberikan surat hari ini
?" Kata Bomi bertanya pada dirinya sendiri dan perlahan-lahan berjalan ke kantin dengan wajah yang sedih.

"Ya
! Bomi-a ! Ada apa dengan wajahmu ?" Tanya Luhan dengan keprihatinan ketika ia melihat Bomi tiba di kantin.

"Aniyo !" Jawab Bomi. Dia menghela nafas dan duduk di kursi yang biasa. Kedua anak laki-laki saling memandang lalu menatap Bomi lagi.

‘Aigoo !  Aku  lupa untuk menempatkan suratku di lokernyaSalah satu dari mereka berpikir seperti itu.

Kemudian pada hari itu juga, salah sahabat Bomi berjalan ke lokernya sambil melihat kiri dan kanan. Seperti mencari sesuatu.

"Apa yang kau lakukan
Kris oppa!"Bomi memergoki Kris yang sedang berada didepan lokernya. Kris pun hanya menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

Apakah dia orang yang selalu menempatkan surat di lokerku ? ' Bomi bertanya pada dirinya sendiri saat ia memergoki Kris dari kepala sampai kaki.

"Aku .. aku ..."
Kata Kris gagapan tidak tahu harus berkata apa, karena ia juga tidak tahu mengapa dia ada di sana pada tempat pertama.

Kemudian sesuatu
memotong perhatian Bomi dari Kris.

"Apa yang ada di tanga
nmu oppa ?" Tanya Bomi. Kris menatap tangan kirinya yang memegang selembar kertas.

"Oh ini … Aku …" Kata Kris terpotong karena Bomi langsung merebut selembar kertas itu dari tangannya.

'Bomi-a, Saranghae ! Mian karena aku memeberitahumu lewat lokermu. Mian karena hari ini aku terlambat memberi surat. Bomi-a, NAN JEONGMAL SARANGHAEYO'

Bomi membaca surat

'Itu dia,  kertas,  ditulis tangannnya dengan rasa cinta. Dialah si pengangum rahasiaku’ Bomi berpikir dan lalu memandang Kris. Air mata mulai membangun di matanya.  Ia tidak ingin mengatakan dia sangat senang bahwa akhirnya ia melihat pria impiannya.
Bomi lalu langsung memeluk Kris. Kris awalnya terkejut, tapi akhirnya membalas pelukan Bomi dengan memeluk punggung Bomi

"Itu oppa !" Kata Bomi.

"Naega ?" Tanya Kris tercengang lalu dia ingat surat yang ia lihat sebelumnya di lantai dengan nama Bomi di atasnya. Karena dia mencintai Bomi dengan segenap hatinya ia memutuskan untuk berpura-pura menjadi pengagum rahasia Bomi.
"Oh , Ne. Itu aku" kata Kris dengan senyum di wajahnya.

Mereka berdua tidak tahu bahwa sebenarnya pengagum rahasia Bomi sedang mengawasi mereka, air mata meluncur dari matanya saat ia melihat mereka berdua sangat bahagia. Dia perlahan-lahan meninggalkan tempat dengan tenang dan pulang sendirian.
Kris dan Bomi pulang bersama-sama sambil memegang tangan satu sama lain, dan melupakan Luhan sendirian. Ketika keduanya tiba di rumah Bomi.

"
Aku masuk dulu ya oppa. Dan mulai besok, oppa tidak perlu lagi mengirimiku surat" Kata Bomi canggung mengatakan.                                                                                                             
                                                                                                                                                  "Ne, araseo. Kamu cepat masuk" kata Kris dan mencium kening Bomi sebelum berjalan pulang.

Mengapa aku tidak begitu senang ketika Kris oppa menciumku ? ' Pikir Bomi ‘Aniyo. Mungkin  aku hanya lelah' Pikirnya lagi.

Pada hari berikutnya Bomi dan Kris berjalan ke sekolah bersama-sama tanpa Luhan dengan mereka.

"Sampai nanti oppa !" Kata Bomi dan lalu berlari menuju kelasnya.

"Ok" Jawab Kris dan berjalan juga.

Ketika ia tiba untuk kelas ia melihat Luhan sudah ada dan hanya duduk saja. Kris lalu  berjalan ke arahnya dan duduk di sampingnya.

"Hei bro ! Coba tebak ?" Kata Kris semangat. Luhan pun menatapnya.

"Mwo ?" Tanya Luhan bingung.

"Woa ! Neo.. Neo gwenchana ? Museun il-iya ?" Tanya Kris.

"Mwo? Aisshhh … Lupakan tentang aku. Malhaebwa !"  Tanya Luhan lagi. Dia tidak ingin Kris tahu bahwa dia sakit dalam dirinya. Tapi dia harus berpura-pura untuk kebahagiaan cintanya dan sahabatnya.

"Aku, dan Bomi sekarang berpacaran" Kata Kris dalam bahagia dan mengukir senyuman diwajahnya.

"Oh, geulae. Chukkae" Kata Luhan mencoba untuk menyembunyikan kesedihannya tapi untuk banyak baginya untuk menanganinya.

"Yeah !" Kata Kris yang tidak menyadari bahwa Luhan sangat terluka.

Satu bulan telah berlalu dan Luhan sekarang sangat jarang bertemu Bomi dan Kris. Dia takut menghancurkan kebahagiaan mereka. Sementara Bomi sedikit demi sedikit kehilangan rasa cintanya ke Kris. Oleh karena itu, Bomi memutuskan mengakhiri hubungan mereka.
Bomi mengunjungi rumah Luhan untuk memastikan bahwa Luhan baik-baik saja. Karena, beberapa minggu terakhir ini, dia sangat jarang melihat Luhan.

"
Annyeong ahjumma. Luhan ada ?" Tanya Bomi kepada eommanya Luhan yang baru saja membukakan pintu.

"Ahh… Bomi-ssi ! Sudah lama tidak bertemu. Luhan ada dikamarnya” Jawab eomma Luhan.

Bomi mengetuk pintu kamar Luhan sebanyak tiga kali tapi tidak ada jawaban sehingga ia memutuskan untuk masuk ke dalam. Kamarnya kosong. Tidak ada Luhan didalam. Jadi Bomi memutuskan berkeliling kamar Luhan. Bomi lalu melihat meja belajar Luhan, dan mendapati Luhan sedang tertidur disana. Dilihatnya ada tumpukan foto-fotonya dan kertas-kertas berwarna pink yang bercoretkan sebuah kata-kata manis yang sering dibaca Bomi sedang berserakkan didekatnya. Ketika Bomi ingin mengambil salah satu kertas pink tersebut, sebuah tangan mencegahnya. Dan Luhan pun langsung membuka matanya.

“Apa yang kau lakukan disini ?” Tanya Luhan dingin.

“I... I… Itu kau?” Tanya Bomi sambil memandangi kertas-kertas tersebut. Luhan pun ikut memandangi kertas tersebut.

“Ne. Itu aku” 

“Tapi kenapa …”

“Kris dan kau sudah bahagia, dan aku tak mau merusaknya !”

“Dan kau fikir dengan mengetahui ini, itu tidak akan merusak segalanya ?” Setetes air mata Bomi pun turun kewajahnya.

“Dengarkan aku Yoon Bomi ! Aku tak mau menyakiti perasaanmu dan Kris !”

“Tidak ingin menyakiti perasaanku ? OPPA ! YOU ALREADY TO HURTING ME ! Selama ini, kupikir Kris oppa lah yang kucinta. Tapi aku salah, ternyata itu adalah kamu.”

                Luhan menatap dalam Bomi, begitu juga Bomi. Luhan lalu maju mendekat pada Bomi dan memeluknya erat.

“Mianhae … Mianhae Bomi-a …” Kata Luhan lirih.

“Oppa, satu-satunya orang yang kucintai adalah oppa. Luhan Oppa ! Bukan Kris oppa”

“Shhhss ! Al-ayo. Mian karena selama ini aku telah menyembunyikan perasaanku.” “Bomi-a nan saranghae. Jeongmal saranghaeyo. With all my heart”

“Nado oppa. Nan jengmal saranghaeyo, Luhan oppa”

=====END=====

Comment please ...
Don't Be A Silent Readers ^.^
Thankyou For Read My Stories ^.^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar